Kutu Air [Moina sp.]
Moina dan Volvox globator[Algae Hijau]
Moina sp. Merupakan salah satu pakan favorit segala jenis ikan dan dapat digunakan disegala umur, dari burayak sampai dewasa. Biasanya kita sering menyebut dengan kutu air alias kutir .
| Moina dengan resting egg [kiri] dan Moina dengan |
telur partenogenesis [kanan]
Hewan ini termasuk phyllum arthropoda [kaki beruas-ruas], kelas crustaceae [udang-udangan] dengan ciri
- Mempunyai rangka luar [eksoskeleton].
- Bernapas dengan insang
- Mempunyai antena, biasanya 2 pasang
- ukuran Moina sekitar 0,9- 1,8 mm.
- Warna Moina bervariasi bergantung makanan dan kondisi oksigen lingkungan, dari mulai transparan sampai merah. Salah satu yang membuat merah adalah keberadaan Hb[hemoglobin] yang fungsinya untuk mengikat oksigen perairan, jumlahnya akan meningkat ketika oksigen lingkungan menurun dan mengakibatan warna jadi merah. Warna mencolok lebih menarik bagi predator [ikan] karena lebih mudah terlihat dan warna bening lebih menguntungkan Moina karena berfungsi sebagai kamuflase terhadap predator.
- Berkembang biak dengan seksual[kawin] dan aseksual[tidak kawin]
- Aseksual [tidak kawin] dilakukan dengan partenogenensis atau perkembangan telur menjadi anakan langsung tanpa dibuahi, ini akan membentuk Moina betina. Ketika kondisi lingkungan stabil, cara reproduksi inilah yang dilakukan
- Seksual [kawin] dilakukan ketika kondisi lingkungan tidak stabil/buruk/makanan terbatas/populasi padat dll. Perkawinan dilakukan supaya anak yang di hasilkan mempunyai banyak variasi genetik dan diharapkan dari banyaknya variasi genetik yang dihasilkan, ada anak yang terus bertahan dan adaptif [cocok] terhadap kondisi buruk.
- Kondisi linkungan buruk->muncul jantan dari generasi berikutnya->terjadi perkawinan->menghasilkan ephipia/telur dorman/telur istirahat, dan telur inilah yang biasanya diperjualbelikan
Hewan ini dapat kita temukan di selokan, sawah, kolam, danau, biasanya terlihat di permukaan air dengan warna kemerahan. Sifat fototaksis pada kelompok ini memudahkan kita mencarinya dengan cara menggunakan senter dan menyorot cahaya ke satu titik permukaan air, dengan cara ini Moina akan datang dan berkumpul di titik cahaya.
Moina dapat dikultur mandiri dengan mudah tapi membutuhkan perhatian khusus dan pengontrolan rutin agar terus berkelanjutan,berikut beberapa cara mengkultur Moina menurut pengalaman penulis.
- Menggunakan green water [fitoplankton] yang berisi banyak spesies alga yang kepadatan selnya tinggi atau orang sering bilang dengan green water matang yang dikombinasikan dengan racikan pakan khusus[pelet dll]
- Menggunakan air bekas ikan lele yang menggunakan pelet sebagai pakan harian. Sebenarnya ini juga sama dengan nomor 1 tapi dengan cara memanfaatkan limbah lele.
- Menggunakan pakan racikan khusus [pelet fermentasi] yang setelah fermentasi akan mengandung nutrisi dalam ukuran monomernya plus bakteri dan jamur dalam jumlah banyak yang sudah minim gas pembuangan karena sudah di proses sebelumnya.
- Menggunakan kotoran hewan [kohe], paling bagus kotoran puyuh menurut pengalaman penulis. Kekurangan dari kohe adalah proses kontaminasi dari hama dan predator lebih cepat muncul, seperti cyclops[kutu jet],kutu batu dll
Beberapa pakan juga dapat kita kombinasikan agak hasilnya maksimal dan berkelanjutan.
Kendala ketika mengkultur Moina
- Muncul kontaminasi predator dan kompetitor : Cyclops[kutu jet], Ostracoda[kutu batu], Rotifera, Jentik nyamuk, Rana[katak], Bufo[kodok], Serangga air
- Pakan di tempat kultur habis
- Sulit mencari starter. Kesulitan mencari starter dapat diatasi dengan menggunakan telur dorman/resting egg/ephipia yang banyak dijual
Post a Comment for "Kutu Air [Moina sp.]"